Tampilkan postingan dengan label Materi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 April 2014

Perencanaan Pembelajaran



Perencanaan sebagai program pembelajaran memiliki beberapa pengertian yang memiliki makna yang sama yaitu suatu proses mengelola, mengatur dan merumuskan unsur-unsur pembelajaran seperti merumuskan tujuan, materi atau isi, metode pembelajaran dan merumuskan evaluasi pembelajaran.


Perumusan dan pengelolaan setiap unsur atau komponen pembelajaran tersebut diarahkan sebagai suatu jawaban atas empat pertanyaan pokok yaitu :
  1. Apa yang ingin dicapai dari kegiatan pembelajaran yang dilakukan?
  2. Apa yang harus diberikan untuk mencapai tujuan pembelajaran tersebut?
  3. Bagaimana atau dengan cara apa proses pembelajaran dilakukan agar sasaran pembelajaran dapat dicapai?
  4. Bagaimana untuk mengetahui ketercapaian sasaran pembelajaran yang telah ditetapkan?
Jawaban keempat pertanyaan tersebut diformulasikan dalam suatu sistem perencanaan pembelajaran, yaitu mengembangkan tujuan, isi, metode dan media serta mengembangkan evaluasi pembelajaran, sehingga menjadi suatu kesatuan yang utuh, saling mempengaruhi dan menentukan untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Selain itu, berkenaan dengan perencanaan William H. Newman dalam bukunya Administrative Action Techniques of Organization and Management  mengemukakan bahwa:
Perencanaan adalah menentukan apa yang akan dilakukan. Perencanaan mengandung rangkaian-rangkaian putusan yang luas dan penjelasan-penjelasan dari tujuan, penentuan kebijakan, penentuan program, penentuan metode-metode dan proedur tertentu dan penentuan kegiatan berdasarkan jadwal sehari-hari.

Sedangkan menurut asumsi Terry (Majid, 2006:16) ia menyatakan bahwa ‘Perencanaan adalah menetapkan pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh kelompok untuk dapat mencapai tujuan yang telah digariskan.’ Perencanaan mencakup kegiatan pengambilan keputusan. Untuk itu diperlukan kemampuan untuk mengadakan visualisasi dan melihat kedepan guna merumuskan suatu pola tindakan untuk masa mendatang.

Sedangkan pengajaran dapat diartikan sebagai suatu proses yang dilakukan oleh para guru dalam membimbing, membantu dan mengarahkan peserta didik untuk memiliki pengalaman belajar. Dengan kata lain pengajaran adalah suatu cara bagaimana menyiapkan pengalaman belajar bagi peserta didik.

Dalam konteks pengajaran, perencanaan dapat diartikan sebagai proses penyusunan materi pelajaran, penggunaan media pengajaran, penggunaan pendekatan dan metode pengajaran, dan penilaian dalam suatu alokasi waktu yang akan dilaksanakan pada saat tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Seperti yang diungkapkan oleh Banghart dan Trull (Hernawan, 2007) bahwa:

Perencanaan pembelajaran merupakan proses penyusunan materi pelajaran, penggunaan media pembelajaran, penggunaan pendekatan atau metode pembelajaran, dalam suatu alokasi waktu yang akan dilaksanakan pada masa satu semester yang akan datang untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.
Maka dapat ditarik benang merah bahwa perencanaan pembelajara merupakan proses yang diatur sedemikian rupa menurut langkah-langkah tertentu baik berupa penyusuna materi pengajaran, peggunaan media, maupun model pembelajaran lainnya yang dimaksudkan agar pelaksanaannya berjalan optimal.



Download Materi Lengkap :
Disini! 


1. Konsep Dasar Perencanaan
2. Pendekatan Sistem Dalam Kegiatan Pembelajaran
3. Desain Pembelajaran
4. Desain Pembelajaran Dick & Carry
5. Desain Pembelajaran DSI-PK
6. Merancang Analisis Kebutuhan 


Sabtu, 08 Februari 2014

Pengantar Bisnis




Bisnis adalah kata yang tidak asing bagi mahasiswa Fakultas Ekonomi. Maka, saya pun mempelajari mata kuliah bisnis oleh dosen Lyna Latifah dan F.X Sukardi..

Pada mata kuliah pengantar bisnis ini, saya mempelajari dari mulai Planning a Business sampai dengan Synthesis of Business Functions, saya pun mempelajari pengenai pengelolaan perusahaan, fungsi perusahaan, tujuan perusahaan beroperasi, faktor-faktor produksi, dan sebagainya.

Dalam ilmu ekonomi, bisnis dalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Karena itu, ilmu ekonomi tanpa bisnis maka sama saja dengan nol.

Mata kuliah pengantar bisnis sejauh ini tidak terlalu sulit karena kebanyakan membahas teori yang tidak disertai rumus.

Nah, disini saya akan berbagi ilmu kepada kalian semua materi Pengantar Bisnis yang telah saya pelajari selama perkuliahan. Berikut file Powerpoint mata kuliah Pengantar Bisnis terdiri dari 21 Bab. Bisa kalian download di bawah ini :

Download:


Sabtu, 01 Februari 2014

Pengertian, Fungsi dan Bidang Akuntansi


Pengertian Akuntansi

Akuntansi adalah suatu aktivitas jasa (mengidentifikasikan, mengukur, mengkalsifikasikan dan mengikhtisarkan) kejadian atau transaksi ekonomi yang menghasilkan informasi kuantitatif terutama yang bersifat keuangan yang digunakan dalam pengambilan keputusan (Amin. W, 1997)

Pengertian Akuntansi menurut Abubakar. A & Wibowo (2004) adalah proses identifikasi, pencatatan dan komunikasi terhadap transaksi ekonomi dari suatu entitas/perusahaan.


Dari pengertian-pengertian akuntansi diatas, maka akuntansi terdiri dari tiga aktivitas atau kegiatan utama yaitu:
  1. Aktivitas identifikasi yaitu mengidentifikasikan transaksi-transaksi yang terjadi dalam perusahaan.
  2. Aktivitas pencatatan yaitu aktivitas yang dilakukan untuk mencatat transaksi-transaksi yang telah diidentifikasi secara kronologis dan sistematis.
  3. Aktivitas komunikasi yaitu aktivitas untuk mengkomunikasikan informasi akuntansi dalam bentuk laporan keuangan kepada para pemakai laporan keuangan atau pihak yang berkepentingan baik internal perusahaan maupun pihak eksternal.

Fungsi dan Bidang-Bidang Akuntansi 
Akuntansi seringkali dinyatakan sebagai bahasa perusahaan yang berguna untuk memberikan informasi yang berupa data-data keuangan perusahaan yang dapat digunakan guna pengambilan keputusan. Setiap perusahaan memerlukan dua macam informasi tentang perusahaannya yaitu informasi mengenai nilai perusahaan dan informasi tentang laba/rugi usaha. Kedua informasi tersebut berguna untuk:
  1. Mengetahui besarnya modal yang dimiliki perusahaan
  2. Mengetahui perkembangan ayau maju mundurnya perusahan
  3. Sebagai dasar untuk perhitunngan pajak
  4. menjelaskan keadaan perusahaan sewaktu-waktu memrlukan kredit dari bank atau pihak lain
  5. Dasar untuk menentukan kebijakan yang akan ditempuh
  6. Menarik minat investor saham jika perusahaan berbentuk perseroan terbatas.

Untuk memperoleh informasi-informasi tersebut diatas, pengusaha hendaknya mengadakan catatan yang teratur mengenai transaksi-transaksi yang dilakukan perusahaan yang dinyatakan dalam satuan uang.

Didalam ilmu akuntansi telah berkembang bidang-bidang khusus dimana perkembangan tersebut disebabkan oleh meningkatnya jumlah dan ukuran perusahaan serta peraturan pemerintah. Adapun bidang-bidang akuntansi yang telah mengalami perkembangan antara lain sebagai berikut:
  1. Akuntansi Keuangan (Financial atau General Accounting) menyangkut pencatatan transaksi-transaksi suatu perusahaan dan penyusunan laporan berkala dimana laporan tersebut dapat memberikan informasi yang berguna bagi manajemen, para pemilik dan kreditor.
  2. Pemeriksaan Akuntansi (Auditing) merupakan suatu bidang yang menyangkut pemeriksaan laporan-laporan keuangan melalui catatan akuntansi secara bebas yaitu laporan keuangan tersebut diperiksa mengenai kejujuran dan kebenarannya.
  3. Akuntansi Manajemen (Management Accounting) merupakan bidang akuntansi yang menggunakan baik data historis maupun data data taksiran dalam membantu manajemen untuk merencanakan operasi-operasi dimasa yang akan datang.
  4. Akuntansi Perpajakan (Tax Accounting) mencakup penyusunan laporan-laporan pajak dan pertimbangan tentang konsekuensi-konsekuensi dari transaksi-transaksi perusahaan yang akan terjadi.
  5. Akuntansi Budgeter (Budgetary Accounting) merupakan bidang akuntansi yang merencanakan operasi-operasi keuangan (anggaran) untuk suatu periode dan memberikan perbandingan antara operasi-operasi yang sebenarnya dengan operasi yang direncanakan.
  6. Akuntansi untuk Organisasi Nirlaba (Non profit Accounting) merupakan bidang yang mengkhususkan diri dalam pencatatan transaksi-transaksi perusahaan yang tidak mencari laba seperti organisasi keagamaan dan yayasan-yayasan sosial.
  7. Akuntansi Biaya (Cost Accounting) merupakan bidanng yang menekankan penentuan dan pemakaian biaya serta pengendalian biaya tersebut yang pada umumnya terdapat dalam persahaan industri.
  8. Sistem Akuntansi (Accounting System) meliputi semua tehnik, metode dan prosedur untuk mencatat dan mengolah data akuntansi dalam rangka memperoleh pengendalian intern yang baik, dimana pengendalian intern merupakan suatu sistem pengendalian yang diperoleh dengan adanya struktur organisasi yang memungkinkan adanya pembagian tugas dan sumber daya manusia yang cakap dan praktek-praktek yangn sehat.
  9. Akuntansi Sosial (Social Accounting) merupakan bidang yang terbaru dalam akuntansi dan yang paling sulit untuk diterangkan secara singkat, kerena menyangkut dana-dana kesejahteraan masyarakat.

Sebagai suatu sistem, didalam akuntansi terdapat beberapa asumsi atau konsep dasar. Asumsi dasar tersebut antara lain:

A. Kesatuan Usaha (Business Entity)
Konsep ini menganggap bahwa aktiva suatu perusahaan terpisah dari aktiva pribadi orang yang menyediakan aktiva (modal) yang dipergunakan dalam perusahaan tersebut. Dalam akuntansi, pengertian konsep kesatuan usaha, utang dan biaya pribadi pemilik akan dikeluarkan dari pembukuan perusahaan walaupun aktiva, utang dan pendapatan perusahaan tersebut dimiliki olehnya sendiri atau dengan kata lain segala utang dan biaya pribadi harus diperhitungkan terpisah dari perusahaan.

B. Perusahaan Berjalan (Going Concern)
Dalam konsep ini diasumsikan perusahaan didirikan untuk jangka waktu yang ditentukan misalnya di Indonesia untuk perusahaan yang berbentuk PT masa berdirinya adalah 75 tahun, yaitu adanya anggapan bahwa selama satu kesatuan usaha masih menguntungkan, maka dia dapat berjalan terus selama waktu yang tidak terbatas.

C. Periode Akuntansi (Time Periods)
Mempertimbangkan akan banyaknya berbagai keputusan mengenai jalannya operasi perusahaan, maupun pihak-pihak lain yang berkepentingan selama berlangsungnya operasi perusahaan maka jangka waktu pembuatan laporan yang umum adalah satu tahun.

D. Satuan Uang (Money Measurement)
Semua transaksi perusahaan dicatat dalam satuan uang, yaitu sesuatu perubahan aktiva dapat diukur dengan stuan tertentu.

E. Harta Perolehan (Costing of Assets)
Seluruh aktiva pada umumnya dibukukan sebesar harga perolehannya.

F. Aspek Ganda (Dual Aspect)
Setiap pencatatan suatu kejadian atau transaksi akan berpengaruh pada sedikitnya dua akun perkiraan dalam pembukuan.

G. Konsep Akrual (Accrual Concept)
Konsep ini berkaitan dengan perhitungan laba/rugi perusahaan yang menekankan suatu kejadian pada suatu periode tertentu baik merupakan biaya maupun hasil.



Kutipan : http://ilmuakuntansi.web.id/

Senin, 27 Januari 2014

Latihan Soal Harga Pokok Proses ( HP Proses )

Soal 1

Sebuah perusahaan Sabun “KRIM” memproduksi sabun cuci dengan menggunakan harga pokok proses dan mempunyai satu departemen. Adapun data produksi selama satu periode akuntansi adalah sebagai berikut :

Data Produksi
Barang masuk dalam proses                                                                                        2000 kg
Barang ditransfer                                                                                                        1500 kg
Barang Dalam Proses dengan kondisi (100% BB, dan 70% Biaya Konversi)             500 kg
Data Biaya
BBB                            Rp   4.500.000,00
BTK                            Rp   4.902.500,00
BOP                            Rp   2.775.000,00
Diminta :
a.    Jurnal yang diperlukan
b.   Laporan Biaya Produksi

Soal 2

Sebuah perusahaan kecap “MANIS” berproduksi dengan menggunakan harga pokok proses dua departemen yaitu departemen pengolahan dan departemen pembumbuan. Adapun data biaya produksi selama periode akuntansi adalah sebagai berikut:

Data Produksi                                                           Pengolahan                Pembumbuan
Jumlah barang yang ditransfer                                        2.000 lt                          1.750 lt
BDP (100% BB, 60% Konversi)                                       500 lt                                -
BDP (80% Konversi)                                                              -                                250 lt

Data Biaya
BBB                                                                            Rp 3.750.000
BTK                                                                            Rp 4.600.000              Rp 2.437.500
BOP                                                                            Rp 4.025.000              Rp 1.950.000
Diminta : a) Jurnal yang diperlukan   b) Laporan Biaya Produksi

Soal  3

PT. Leo memproduksi mie dengan menggunakan harga pokok proses melalui dua departemen, yaitu departemen pengolahan dan departemen pembumbuan. Adapun data biaya produksi selama periode akuntansi adalah sebagai berikut:

Data Produksi                                                      Pengolahan                Pembumbuan
Dimasukkan dlm proses                                              30.000                             -
Diterima dari dept A                                                       -                               25.000
Ditransfer ke gudang                                                      -                               22.000
Produk hilang awal proses                                            2.000                           1.000
PDP akhir (100%BB,75% Konversi)                            3.000                             -
PDP akhir (40% BTK, 60% BOP)                                  -                               2.000
Data Biaya
BBB                                                                Rp 84.000.000                            -
BTK                                                                Rp 98.100.000                        Rp 64.980.000
BOP                                                                Rp 89.925.000                        Rp 76.560.000
Diminta :
a.       Jurnal yang diperlukan
b.      Laporan Biaya Produksi

Soal 4

PT. Sagitha merupakan perusahaan manufaktur yang berproduksi secara massal. Berikut ini adalah data produksi dan biaya produksi  pada bulan Februari 2010:
Keterangan
Dept A
Dept B
Produk Masuk Proses
25.000 Kg

Produk ditransfer ke Dept B
20.000 Kg

PDP Akhir (100% BB, 80% BK)
3.000 Kg

Produk hilang akhir proses
2.000 Kg
1.000 Kg
Produk selesai ditransfer ke gudang

17.000 Kg
PDP Akhir (40% BTK, 60% BOP)

2.000 Kg
     BBB
Rp 57.500.000

     BTK
Rp 61.000.000
Rp 20.680.000
     BOP
Rp 73.200.000
Rp 19.200.000

Diminta (1) Perhitungan unit equivalensi (2) Perhitungan transfer barang jadi (3) Perhitungan BDP akhir (4) Jurnal pemakaian biaya-biaya (5) Jurnal transfer ke persediaan barang jadi (6) Jurnal BDP akhir (7) Laporan Biaya Produksi Dept A




Kompetensi Profesional

A.   Kompetensi Profesional
Kompetensi profesional guru dapat diartikan sebagai kemampuan dan  kewenangan guru dalam  menjalankan profesi keguruannya. Guru yang kompeten dan profesional adalah guru piawai dalam  melaksanakan profesinya. Guru mempunyai tu­gas untuk mengarahkan kegiatan belajar siswa untuk mencapai tujuan pem­belajaran, untuk itu guru dituntut mampu menyampaikan bahan pelajaran.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18 Tahun 2007 tentang Guru, dinyatakan bahwa salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh Guru adalah kompetensi profesional. Kompetensi Profesional yang dimaksud merupakan kemampuan Guru dalam penguasaan materi pelajaran secara luas dan mendalam (penguasaan materi, dan penguasaan kemampuan akademik lainnya yang mendukung profesionalisme Guru). Kompetensi Profesional memungkinkan Guru membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan dalam Standar Nasional Pendidikan.
B.   Aspek – Aspek Kompetensi Profesional
1.        Menguasai Materi, Struktur, Konsep dan Pola Pikir Keilmuan yang mendukung Mata Pelajaran yang diampu.
Seorang guru harus memahami dan menguasai materi pembelajaran, hal penting yang harus dimiliki guru adalah kemampuan menjabarkan materi standar dalam kurikulum. Guru harus mampu menentukan secara tepat materi yang relevan dengan kebutuhan dan kemampuan peserta didik.
Menurut Hasan (2004) sedikitnya mencakup :
a.         Validitas atau tingkat ketepatan materi.
b.         Keberartian atau tingkat kepentingan materi.
c.         Relevansi dengan tingkat kemampuan peserta didik.
d.         Menarik perhatian/memotivasi peserta didik.
e.         Kepuasan, merupakan hasil pembelajaran peserta didik benar-benar bermanfaat bagi kehidupannya.
2.    Menguasai Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran / Bidang Pengembangan yang diampu.
Dalam materi pembelajaran pada standar kompetensi dan kompetensi dasar ( SKKD) setiap kelompok mata pelajaran perlu dibatasi, mengingat prinsip-prinsip pengembangan kurikulum dan pemilihan bahan pembelajaran seperti dibawah ini :
a.         Orientasi pada tujuan dan kompetensi
b.    Kesesuaian (relevansi)
c.     Efisien dan Efektif
d.    Fundamental
e.     Keluwesan
f.     Berkesinambungan dan berimbang
g.     Validitas
h.     Keberartian
i.      Kemenarikan
j.     Kepuasan

3.    Mengembangkan Materi Pelajaran yang diampu secara Kreatif.
Terdapat tiga tipe materi pembelajaran yang menyangkut peranan guru dalam pengembangan dan penyampaian pembelajaran diantaranya:
·           Jika guru mendesain dan  mengembangkan materi pembelajaran individual, peran guru dalam penyampaian  materi bersifat pasif, tugas guru adalah  memotivator dan membimbing kemajuan peserta didik dalam menyelesaikan materi dan membentuk kompetensi.
·           Guru memilih materi pembelajaran yang telah ada dan menyesuaikan dengan strategi pembelajaran yang digunakan, dan pembentukan peranan guru menjadi lebih aktif dalam penyampaian materi, dan pembentukan kompetesi.
·           Pembelajaran sangat tergantung kepada guru. Guru menyampaikan semua materi pembelajaran menurut strategi yang telah dikembangkan.
4.    Mengembangkan Keprofesian secara berkelanjutan dengan melakukan Tindakan Reflektif.
Dalam UU RI No 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen, dikemukakan bahwa “Organisasi profesi guru adalah perkumpulan yang dibadan hukum yang didirikan dan diurus oleh guru untuk mengembangkan profesionalitas guru.”
Dalam kaitannya dengan pengembangan professional guru PGRI sampai saat ini masih mengandalkan pihak pemerintah, misalnya dalam merencanakan dan melakukan program penataran guru serta program peningkatan mutu lainnya. PGRI belum banyak merencanakan dan melakukan program atau kegiatan yang berkaitan dengan perbaikan cara mengajar, peningkatan pengetahuan dan ketrampilan guru peningkatan kualifikasi guru, atau melakukan penelitian ilmiah tentang masalah-masalah professional yang dihadapi oleh para guru.
5.    Manfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk Berkomunikasi dan Mengembangkan Diri.
Abad 21, merupakan abad pengetahuan sekaligus merupakan abad informasi dan teknologi. Karena pengetahuan, informasi dan teknologi menguasai abad ini, sehingga disebut era globalisasi, karena canggihnya penggunaan pengetahuan, informasi, dan teknologi dalam berbagai aspek kehidupan yang menimbulkan hubungan global. Guru dituntut untuk memiliki kompetensi dalam pemanfaatan teknologi pembelajaran terutama internet (e-learning), agar guru mampu memanfaatkan berbagai pengetahuan, teknologi dan informasi dalam melaksanakan tugas utamanya mengajar dan membentuk kompetensi peserta didik.

C.   Prospek Profesi Guru
 Profesionalitas guru dapat ditunjukkan oleh 5 unjuk kerja yaitu
1.  Keinginan berperilaku standar ideal
2.  Memelihara profesi
3.  Mengembangkan profesionalitas
4.  Meningkatkan kualitas pengetahuan dan keterampilannya
5.  Mengejar kualitas dan cita-cita dalam profesi dan bangga terhadap pofesinya
Seorang guru yang memiliki profesionalisme yang tinggi akan tercermin dalam sikap mental serta komitmennya terhadap perwujudan dan peningkatan kualitas profesional melalui berbagai cara dan strategi. Masyarakat umumnya memandang bahwa begitu strategiknya peran guru yang ikut andil dalam mencerdaskan masyarakat dengan berbagai istilah guru sebagai digugu dan ditiru.

D.   Karakteristik Guru Profesional
·           Guru profesional dalam menyampaikan materi pelajaran tidak bersikap otoriter.
·           Guru profesional senantiasa bersikap edukatif.
·           Guru profesional akan memberikan kebebasan kepada siswanya untuk mengungkapkan pendapat dan pemikirannya tentang sesuatu yang dihadapinya.
·           Memahami dan menghormati murid.
·           Menguasai bahan pelajaran yang diberikan
·           Mengaktifkan murid dalam hal belajar
·           Mempunyai keterampilan manajemen kelas yang baik

E.    Upaya Peningkatan Profesionalitas guru
·           Membangun komitmen
·           Mengembangkan kompetensi secara terus menerus
·           Kerja keras
·           Konsisten
·           Kesederhanaan
·           Kedekan
·           Cerdas

F.    Upaya Peningkatan Mutu Guru
Ø  Sertifikasi Guru
Adalah proses pemberian sertifikat pendidik untuk guru yang dilaksanakan oleh Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang terakreditasi dan ditetapkan oleh pemerintah. Sertifikasi guru dalam jabatan merupakan kebijakan pemerintah untuk memenuhi standar guru yang dipersyaratkan, yaitu memiliki kualitas akademik minimal S1/D-IV yang relevan dan memiliki kompetensi sebagai agen of learning dan key person in the classroom. Sertifikasi guru merupakan upaya peningkatan mutu guru yang disertai peningkatan kesejahteraan, sehingga diharapkan dapat meningkatkan mutu pembelajaran dan pendidikan di tanah air secara berkesinambungan. Bentuk kesejahteraan guru adalah tunjangan profesi yang besarnya satu kali gaji dan diberikan apabila seorang guru telah memperoleh sertifikat pendidik.
Ø  Lembaga Penjaminan Mutu Pendidik (LPMP) dan Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK)
Fungsi LPMP dan P4TK terkait dengan pengembangan profesionalisme guru berkelanjutan antara lain :
a.     Berperan mengembangkan profesionalisme guru melalui berbagai kegiatan dengan bekerjasama dengan KKG/MGMP.
b.    Dapat membuat jaringan kerja dinamis dengan seluruh KKG/MGMP di daerahnya masing-masing.
c.     Pembuatan jaringan dapat dimulai dengan pendataan profil dan pemetaan KKG/MGMP, membuat perencanaan pengembangan jaringan kerja yan menghubungkan antara KKG/MGMP dan LPMP dan P4TK.
d.    Dapat mendorong para vocal point (wakil aktif) tiap-tiap KKG/MGMP untuk selalu saling berinteraksi melalui berbagai media baik email,SMS,telepon,pertemuan langsung dll. Semakin intensif antar mereka semakin cepat perkembangan KKG/MGMP dan juga perkembangan LPTK dan P4TK.
e.     Kegiatan-kegiatan riil perlu dilakukan secara reguler baik diselenggarakan oleh LPMP/P4TK ataupun diselenggarakan oleh KKG/MGMP
Disamping itu, LPMP/P$TK juga mempunyai peran dalam pengembangan profesionalisme guru berkelanjutan sbb:
a.     Pendataan dan mapping profil guru dan KKG/MGMP
b.    Pembuatan usulan program untuk pengaktifan KKG/MGMP bersama KKG/MGMP yang ada.
c.     Sebagai penjaga kualitas bagi profesionalitas guru
d.    Bersama KKG/MGMP memnerikan rekomendasi pengembangan KKG/MGMP kepada P4TK.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Heartline "Plasst~ - Premium Blogger Themes | coupon codes